Kendaraan Otonom Semakin Aman dengan Teknologi Blockchain Buatan CUBE

Penggunaan Blockchain dalam berbagai macam transaksi kini memang tengah menjadi tren, tak hanya di dunia namun juga di Indonesia. Blockchain yang mulai populer penggunaannya di Indonesia sekitar tahun 2015 ini mendukung pencatatan transaksi dengan teknologi yang lebih modern sehingga membuat waktu https://cubeint.io/ dan pekerjaan menjadi lebih efisien. Teknologi ini digadang-gadang akan semakin diandalkan di masa yang akan datang tak hanya untuk sektor keuangan saja tetapi mungkin juga untuk sektor pemerintahan yang lain. Bahkan, bisnis yang sudah mengaplikasikan mata uang digital kini banyak yang mengarah pada pemanfaatan blockchain. Untuk itu, teknologi yang satu ini bisa dikatakan memiliki nilai yang sangat prospektif di berbagai sektor.

Di balik berbagai macam keunggulan yang ditawarkannya, Anda juga harus tahu hal utama tentang blockchain, yaitu bahwa ini ada teknologi yang benar-benar mengedepankan kepercayaan. Untuk itu, CUBE memiliki beberapa fitur salah satunya adalah lapisan blockchain. CUBE menggunakan teknologi blockchain ini untuk memastikan keamanan jaringan mobile otonom. Sebagai contohnya, dalam pengoperasian kendaraan otonom, ada banyak IOT yang memberikan informasi pada kendaraan otonom. Penyerang biasanya mencari berbagai macam cara untuk mendapatkan akses ke dalam jaringan antara mobil otonom dan IoT. Dalam kondisi tersebut, algoritma dalam biner yang sudah terpengaruh akan berbeda dengan algoritma yang ada dalam transaksi multisig yang ditunjukkan oleh penyedia SW dan OEM. Sebagai akibatnya, kendaraan siap mendeteksi kemungkinan penyerangan sebelum instalasi pembaruan SW yang sudah terpengaruh. Distribusi dari pembaruan yang salah adalah dengan mengklaim bahwa penyedia pembaruan OEM atau SW bisa berhenti karena lapisan nodulus menyadari akan Public Key dari penyedia pembaruan OEM dan SW itu sendiri. Oleh karena itu, penyerang tidak akan bisa melakukan klaim pada kesatuan ini seperti yang diperlukan oleh kunci yang berhubungan dengan Public key dari kesatuan terkait.

Selain lapisan blockchain, fitur yang lain adalah lapisan AI. Lapisan kedua ini rencananya akan mulai diaplikasikan sebagian pada tahun 2019 mendatang dan ditawarkan secara komersial mulai tahun 2020. Untuk saat ini, keamanan jaringan merupakan sebuah sistem pasif yang mengumpulkan potongan-potongan untuk mencegah pemakaian kembali metode-metode yang telah digunakan di masa lalu dalam kasus-kasus hack. CUBE akan melatih dalam mode pengawasan dengan menggunakan masa lalu sebagai kasus utama untuk membangun sistem pertahanan melawan penyerang di masa yang akan datang dengan membuat berbagai skenario penyerangan berbahaya yang sepertinya dibuat jutaan kali. Sistem pendeteksi gangguan milik CUBE juga menggunakan jaringan neural yang dalam untuk jaringan keamanan dari sebuah kendaraan. Jaringan ini memiliki dua bagian, yaitu arsitektur diskriminatif dalam dan arsitektur generatif dalam berdasarkan pada bagaimana arsitektur tersebut digunakan. Setelah semua fase pra-training selesai, penyelarasan secara halus akan dilakukan menggunakan metode silsilah gradien dengan pembelajaran terpantau. Sementara blokchain digunakan sebagai metode keamanan yang pertama dan utama, keamanan berdasarkan pembelajaran https://cubeint.io/ mendalam pada AI akan memastikan sistem pertahanan ganda.

Fitur yang selanjutnya adalah algoritma kriptografi quantum. Blockchain meningkatkan keamanannya dengan cara memakai algoritma dengan tepat. Namun, ada kekhawatiran bahwa penggunaan komputer yang semakin meningkat akan membatasi algoritma kriptografi. CUBE sendiri mengembangkan quantum kriptografi untuk mencegah terjadinya penyerangan yang membahayakan terhadap kendaraan otonom. Quantum  kriptografi tidak hanya berperan pada kendaraan otonom tetapi juga kesuluruhan pembaruan pada teknologi blockchain. Teknologi ini sendiri bakal mulai digunakan pada tahun 2020 mendatang. Teknologi algoritma quantum milik CUBE ini menyediakan kesempatan yang penting untuk memastikan level keamanan tinggi melalui kawasan blockchain dengan teknologi algoritma yang simpel. CUBE meningkatkan level keamanan dengan menggunakan karakteristik perubahan kuantum secara berkesinambungan. Karakteristik yang didapatkan oleh data akan bergantung pada sudut polarisasi. Selanjutnya, karakteristik  data akan dihancurkan saat penyerangan berbahaya terjadi.

CUBE memiliki beberapa rencana terkait dengan pemasaran teknologi buatannya tersebut. Untuk tahun 2018, CUBE memang belum mulai memasarkan teknologi yang diperuntukkan bagi kendaraan otonom. Namun, di tahun ini CUBE telah mempersiapkan teknologi Over The Air (OTA). Teknologi ini mampu melakukan upgrade pada software otomotif dari jarak jauh. Software otomotif ini berguna untuk meningkatkan performansi dan potongan bug melalui upgrade. Sementara itu, CUBE akan menyediakan diagnostik software dan instalasi serta potongan-potongan bug dari software otomotif terdahulu dari jarak jauh dengan teknologi OTA berdasarkan blockchain. Baru di tahun 2019 mendatang, platform keamanan untuk kendaraan otonom yang selama ini diperbincangkan akan diluncurkan. CUBE memiliki rencana untuk menjual teknologi platform keamanan untuk kendaraan otonom yang didasarkan pada blockchain ini nantinya pada tahun 2019. Sehingga, para pemilik kendaraan otonom tidak perlu khawatir lagi tentang keamanan tunggangan mereka. Dua model penjualan utama akan menyertakan lisensi penjualan teknologi milik CUBE dan penjualan untuk teknologi aplikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *